KBLI 10531: Standar Industri Es Krim, Legalitas Usaha, dan Prospeknya di Indonesia

KBLI 10531: Klasifikasi Industri Es Krim, Kewajiban Legalitas, dan Persyaratan Teknis Produksi

Industri es krim dan dessert beku merupakan bagian dari industri pangan olahan yang memiliki karakteristik produksi spesifik dan kontrol kualitas yang ketat. Dalam sistem pengelompokan usaha di Indonesia, kegiatan produksi es krim diklasifikasikan ke dalam KBLI 10531, yaitu kategori yang mencakup kegiatan pengolahan es krim dari bahan susu atau analog nabati melalui proses pencampuran, pendinginan, pembekuan, hingga menjadi produk siap konsumsi.

Sebagai industri pangan, KBLI ini menjadi acuan penting bagi pelaku usaha dalam mengurus legalitas dan standar operasional. Klasifikasi KBLI juga diperlukan saat pelaku usaha ingin melakukan ekspor, mengikuti tender, memasok retail modern, atau menjalankan kemitraan dengan jaringan Horeca (Hotel, Restaurant, Café).


Definisi KBLI 10531 dan Batasan Kegiatan Usaha

KBLI 10531 mencakup kegiatan pengolahan es krim dan sejenisnya, termasuk produk dessert beku berbahan dasar susu atau non-susu. Produk dalam klasifikasi ini diproduksi melalui proses industri dengan alat mekanik sederhana hingga mesin produksi berskala besar.

Jenis produk yang termasuk dalam KBLI ini di antaranya:

  • Es krim cone
  • Es krim batangan
  • Es krim cup retail
  • Gelato premium
  • Sorbet buah
  • Frozen yogurt
  • Dessert beku rendah kalori
  • Produk alternatif berbasis nabati seperti coconut ice cream

Kegiatan yang tidak termasuk adalah penyajian es krim di gerai penjualan, kedai, atau restoran, karena hal tersebut masuk sektor layanan makanan dan minuman, bukan kategori industri pengolahan.


Alur Legalitas Usaha Berdasarkan KBLI 10531

Untuk menjalankan produksi es krim, pelaku usaha wajib melalui tahapan legalitas tertentu. Dalam ekosistem OSS RBA, KBLI 10531 dapat memerlukan:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha) sebagai identitas legal
  • Sertifikat Standar apabila terdapat persyaratan keamanan pangan tertentu
  • Izin operasional jika produksi memerlukan inspeksi atau pemenuhan standar khusus
  • Registrasi izin edar pangan olahan
  • Sertifikasi halal apabila produk memenuhi kriteria wajib halal
  • SNI jika ada ketentuan standar nasional wajib
  • Pencantuman label gizi dan kandungan

Persyaratan dapat berbeda berdasarkan:

  • Skala usaha (mikro, kecil, menengah, besar)
  • Teknologi produksi
  • Distribusi (B2B, retail, Horeca)
  • Penggunaan bahan baku
  • Target pasar (domestik atau ekspor)

Pelaku usaha perlu memahami bahwa legalitas bukan hanya formalitas administratif, tetapi bagian dari sistem kontrol keamanan pangan yang memastikan produk aman dikonsumsi masyarakat.


Standar Keamanan Pangan dalam Industri Es Krim

Sebagai produk pangan yang disimpan dan didistribusikan pada suhu rendah, es krim memiliki risiko keamanan pangan yang spesifik. Risiko yang umum dihadapi produk berbasis susu adalah kontaminasi mikrobiologis apabila proses pasteurisasi dan pendinginan tidak dilakukan dengan benar.

Oleh karena itu, pelaku usaha dalam kategori KBLI 10531 membutuhkan standar teknis yang mencakup:

1. Kontrol proses termal
Pasteurisasi harus dilakukan dengan parameter waktu dan suhu tertentu untuk mengurangi mikroba patogen tanpa merusak tekstur dan rasa.

2. Penggunaan stabilizer dan emulsifier legal
Bahan tambahan pangan memiliki batas regulasi sehingga tidak dapat digunakan sembarangan.

3. Penanganan bahan baku susu
Bahan baku susu dan krim memerlukan penyimpanan dingin sebelum diproses.

4. Kontrol rantai dingin (cold chain)
Rantai dingin telah menjadi teknologi kritis dalam industri es krim dan distribusi pangan beku secara global (tautan implisit: https://en.wikipedia.org/wiki/Refrigerated_transport).

5. Uji mikrobiologis berkala
Produsen yang memasok ke retail modern biasanya diwajibkan melakukan uji mikrobiologi rutin untuk memenuhi standar QA.

6. Pengemasan kompatibel freezer
Material kemasan tidak boleh berubah sifatnya pada suhu rendah.

Kepatuhan terhadap standar tersebut tidak hanya menghindari pelanggaran regulasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan konsumen dan mitra distribusi.


Rantai Distribusi dan Kebutuhan Infrastruktur Cold Storage

Distribusi es krim memiliki karakteristik berbeda dibanding pangan kering karena ketergantungan pada fasilitas pendingin. Rantai distribusi es krim dapat melibatkan:

  • Cold storage (pabrik)
  • Cold truck (transportasi)
  • Display freezer (outlet)
  • Home freezer (konsumen akhir)

Hal ini membuat biaya logistik menjadi faktor penting dalam struktur biaya usaha.

Pelaku usaha dengan kategori KBLI 10531 dapat memilih beberapa model distribusi:

  • Direct-to-retail
  • Distributor regional
  • Kemitraan Horeca
  • Penjualan melalui outlet sendiri
  • Direct-to-consumer berbasis aplikasi

Pada beberapa kota besar, perkembangan digital delivery memudahkan distribusi dessert beku karena konsumen dapat memesan melalui platform online.


Perkembangan Pasar Es Krim di Indonesia

Permintaan terhadap es krim di Indonesia didorong oleh kombinasi faktor demografis dan psikologis, seperti:

  • Iklim tropis yang meningkatkan konsumsi sepanjang tahun
  • Pertumbuhan kelas menengah urban
  • Trend dessert premium
  • Eksposur media sosial dan food content
  • Perilaku konsumsi generasi muda

Selain itu, pasar es krim tidak lagi hanya dikendalikan oleh produsen industrial besar. Brand lokal kecil dan brand gelato artisanal telah memasuki segmen niche premium yang berorientasi rasa, kualitas bahan, dan storytelling produk.

Gelato dan frozen yogurt bahkan masuk kategori lifestyle karena dikaitkan dengan klaim sehat, rendah gula, atau probiotik (tautan implisit: https://en.wikipedia.org/wiki/Yogurt).


Model Usaha dalam Industri Es Krim

Industri es krim dalam kategori KBLI 10531 dapat mengambil beberapa model usaha, misalnya:

A. Industri konvensional skala besar
Berfokus pada volume produksi dan distribusi nasional melalui retail modern.

B. Brand artisanal premium
Mengutamakan kualitas bahan, rasa lokal, dan narasi premium.

C. Private label / OEM
Produsen memproduksi untuk brand lain sehingga tidak berhadapan dengan konsumen secara langsung.

D. Hybrid retail + produksi
Brand membuka gerai penjualan sekaligus memiliki pabrik produksi kecil.

E. Horeca supply
Menjual es krim dalam bentuk bulk supply untuk restoran atau hotel.

Pemilihan model usaha mempengaruhi modal, legalitas, strategi pemasaran, dan SOP produksi.


Peluang dan Tantangan KBLI 10531

Peluang utama:

  • Permintaan stabil dan tidak terikat musim tertentu
  • Tren premiumisasi dan diferensiasi rasa
  • Ruang untuk inovasi berbasis kesehatan
  • Penetrasi digital delivery
  • Kemungkinan ekspor pada negara dengan diaspora Asia

Tantangan utama:

  • Investasi cold chain yang cukup besar
  • Pemenuhan standar keamanan pangan
  • Kompetisi dengan merek global
  • Margin sensitif di retail modern
  • Fluktuasi harga bahan baku susu internasional

Pelaku usaha perlu menyusun strategi yang menggabungkan efisiensi operasional dan kekuatan branding agar dapat mengatasi pasar yang kompetitif.


Peran KBLI dalam Ekosistem Usaha

Pengelompokan KBLI bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi memiliki fungsi strategis seperti:

  • Menentukan regulasi perizinan
  • Menentukan syarat standar teknis
  • Menjadi referensi sertifikasi
  • Menentukan eligibility ekspor
  • Menentukan kategori tender atau kemitraan

Dengan kata lain, kesesuaian KBLI menjadi bagian dari fondasi legal bagi pelaku usaha yang ingin membangun bisnis jangka panjang.


Kesimpulan

KBLI 10531 memberikan acuan bagi pelaku usaha es krim dalam menjalankan produksi secara legal dan sesuai standar industri. Klasifikasi ini membantu memastikan bahwa proses pengolahan, distribusi, dan keamanan pangan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Industri es krim memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, terutama melalui segmen premium, segmen sehat, dan distribusi digital. Namun untuk memasuki industri ini, pelaku usaha harus memahami legalitas, standar teknis, dan kebutuhan infrastruktur pendingin yang cukup spesifik.

Apabila Anda membutuhkan pendampingan dalam memahami KBLI, legalitas usaha, dan proses perizinan OSS RBA untuk sektor pangan olahan, tim Hive Five dapat membantu menyusun strategi dan kebutuhan administrasi dengan tepat.
Kunjungi situs resmi: https://hivefive.co.id

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Virtual Office

LIHAT LOKASI-LOKASI KANTOR VIRTUAL OFFICE